Web dengan Pendekatan Semantik
Dalam kajian linguistik, semantik merupakan ilmu tentang makna suatu kata atau kalimat. Kata berasal dari bahasa yang memiliki hubungan erat dengan masyarakat penuturnya. Dengan demikian, analisis semantik pada suatu bahasa, belum tentu dapat digunakan pada bahasa lainnya. Apalagi, menurut data UNESCO, di dunia terdapat lebih dari 6.000 bahasa dengan berbagai kosakata dan kaidah penggunaan yang berbeda.
Pada generasi web semantik, kecerdasan piranti lunak—yang sejatinya dibuat oleh programer—harus dapat memaknai beragam kata dari berbagai bahasa. Misalnya, mampu membedakan bahwa kata bisa dalam kalimat “saya bisa menulis” dan “bisa ular ganas” memiliki makna yang berbeda. Atau, kata “wanita” dan “perempuan” memiliki makna yang sama.
Dalam struktur gramatikal yang paling sederhana, yaitu subjek-predikat-objek, kita dapat memaknai dua kalimat di bawah:
1.Andi memelihara anjing.
2.Anjing mengejar Lina.
Masing-masing kalimat merupakan potongan informasi. Kata “Andi” dan “Lina” mengacu pada orang tertentu, “anjing” mengacu pada kelas hewan, dan kata-kata “memelihat” dan “mengejar” menceritakan hubungan orang dan hewan. Ini adalah contoh semantik di mana simbol bisa menyampaikan makna. Kita telah dibekali pengetahuan tentang makna kata-kata tersebut, maka tanpa analisis yang panjang pun, kita akan bisa menjawab: “Siapa yang berlari?”.
Contoh kedua adalah kutipan kode dari seorang programer yang menggunakan bahasa PHP.
<?php
/**
* Hitung angka
* Mendapatkan hasil dari penghitungan dua angka
* @access public
* @param int Angka pertama
* @param int Angka kedua
* @param string Pilihan: tambah, kurang, kali, bagi
* @return int
*/
function hitung_angka( $int_1, $int_2, $pilihan='tambah')
{
switch ($pilihan)
{
case 'tambah':
return $int_1 + $int_2;
break;
case 'kurang':
return $int_1 - $int_2;
break;
case 'kali':
return $int_1 * $int_2;
break;
case 'bagi':
// Untuk pembagian, angka pertama harus lebih dari 0;
if ($int_1>0)
{
return round($int_1/$int_2);
}
else
{
return 0;
}
break;
}
}
?>
Programer tersebut, pada dasarnya telah menerapkan konsep semantik. Ia membuat komentar di antara bagian kode, agar program dapat dipahami oleh programer lain. Tentu saja, dengan catatan pembaca kode di atas memiliki sedikit pengetahuan tentang pemrograman. Ya, benar sekali, kita bisa mengetahui makna suatu data atau informasi, jika ditunjang oleh pengetahuan yang berkaitan dengan data tersebut, seperti pada hubungan kata “anjing” dan “menggonggong”. Ini yang kemudian membedakan apakah suatu data bersifat implisit atau eksplisit.
Data pada web semantik harus eksplisit, di mana suatu informasi tidak hanya dipahami oleh kalangan internal, tetapi dapat digunakan juga oleh masyarakat luas. Sementara untuk saat ini, kebanyakan data hanya bisa dipahami oleh satu mesin di mana aplikasi tersebut di simpan. Sebagai gambaran, mari kita perhatikan baris data di bawah:
Lina Sumarni;A;2;10;24;3.2
Kita dapat menerka bahwa “Lina Sumarni” adalah nama, tetapi sulit untuk memahami maksud dari huruf dan angka di belakangnya. Lain ceritanya jika data tersebut ditulis seperti ini:
Nama : Lina Sumarni
Kelas : A
Semester : 2
Jml Matakuliah : 10
Jml SKS : 24
IP : 3.2
Dengan penulisan yang berbeda, disertai beberapa keterangan, konteks dari suatu elemen data akan lebih dipahami. Demikian pula, komputer harus memahami konteks suatu data. Ia harus bisa menghubungkan antara satu data dengan data lainnya, sehingga terjalin relasi yang akurat. Agar komputer memiliki kecerdasan seperti itu, maka data harus dibangun pada standar yang sama. (Bersambung)
